Tanah Sunda
Diinvestasikan sebelumnya
Investasi
- 2001 hingga 2006: US$10 juta
Profil Ekosistem
-
Profil Ekosistem (Sumatera)
Investasi CEPF selama lima tahun di hotspot ini berfokus pada pelestarian kekayaan aset alam di pulau Sumatra, Indonesia.
Pendanaan di tingkat daerah sangat penting karena Indonesia baru-baru ini mendesentralisasikan pengelolaan sumber daya alam untuk memungkinkan kontrol yang lebih besar di daerah. Namun, peralihan kekuasaan tidak banyak membantu meningkatkan kapasitas atau pendapatan lokal sehingga masyarakat lokal dapat berpartisipasi secara efektif dan mendapatkan manfaat dari konservasi keanekaragaman hayati. Tradisi bekerja dalam isolasi juga membuat lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Sumatera terfragmentasi.
Oleh karena itu, pendekatan kami adalah mendanai proyek-proyek di tingkat kabupaten dan di bawahnya, dengan tujuan meningkatkan pengelolaan hutan oleh masyarakat setempat dan membangun aliansi di antara individu-individu yang berpikiran konservasi, LSM, dan kepentingan sektor swasta.
Pada tahun 2007, kami menyelesaikan penilaian atas investasi kami, yang menghasilkan 71 hibah. Hasil utamanya mencakup perluasan dan penguatan jaringan kawasan lindung; mengkatalisasi tindakan kebijakan untuk memperkuat pengelolaan sumber daya alam di tingkat lokal dan nasional; dan memperkuat kapasitas masyarakat sipil baik sebagai organisasi individu maupun sebagai jaringan organisasi.
Hotspot Keanekaragaman Hayati Sundaland mencakup separuh bagian barat kepulauan Indonesia, kumpulan sekitar 17,000 pulau yang membentang sepanjang 5,000 kilometer, dan didominasi oleh pulau Kalimantan dan Sumatera.
Secara politis, titik panas tersebut mencakup sebagian kecil wilayah selatan Thailand; hampir seluruh Malaysia; Singapura; Brunei; dan separuh barat Indonesia. Kepulauan Nicobar, yang berada di bawah yurisdiksi India, juga termasuk dalam wilayah ini.
Topografi Sundalandia terdiri dari pegunungan tinggi, gunung berapi, dataran, danau, rawa, dan perairan pantai dangkal. Hotspot ini merupakan salah satu kawasan terkaya secara biologis di Bumi, yang menampung sekitar 25,000 spesies tumbuhan berpembuluh, 60 persen di antaranya adalah endemik.
Sekitar 380 spesies mamalia ditemukan di sini, termasuk dua spesies orangutan: orangutan Kalimantan yang Sangat Terancam Punah (Pongo pygmaeus), dan orangutan sumatera yang sangat terancam punah (P.abelii). Spesies ikonik lainnya termasuk bekantan yang terancam punah (larvatus Nasalis), yang hanya hidup di Kalimantan, dan dua spesies badak: Badak Jawa yang Sangat Terancam Punah (Badak sondaicus) dan Badak Sumatera yang Sangat Terancam Punah (Dicerorhinus sumatrensis).
Publikasi
2001 - 2006
-
Peta: Hasil Konservasi Sumatra 2007Inggris2.62 MBpdf
-
Peta: Hotspot Keanekaragaman Hayati SundalandInggris295.03 KBpdf
-
Peta: Kawasan Keanekaragaman Hayati Utama di SumateraInggris22.37 MBpdf
-
Peta: Tutupan dan Perubahan Hutan di Sumatera 1990-2000Inggris24.40 MBpdf
-
CEPF dan Pengentasan Kemiskinan: Tinjauan terhadap Portofolio Sundaland CEPF, 2006Inggris971.17 KBpdf
-
Dukungan Focal Point SumateraIndonesi449.20 KBpdf
-
Profil Ekosistem SundalandiaIndonesi2.05 MBpdf
-
Penilaian Lima Tahun Sundaland, 2007Inggris646.30 KBpdf
-
Profil Ekosistem Sundaland, 2001Inggris829.61 KBpdf
-
Ikhtisar Portofolio Sundaland, 2005Inggris107.39 KBpdf