Jelajahi Hotspot Keanekaragaman Hayati
Penerima hibah CEPF bekerja di negara-negara berkembang dan dalam masa transisi di pusat-pusat keanekaragaman hayati dunia—salah satu kawasan terestrial yang paling beragam secara biologis namun terancam di bumi. Sejak tahun 2001, CEPF telah mendanai konservasi di 25 dari 36 titik api.
Burung pengicau Cape May (Setofaga harimau) di Parque Nacional Sierre de Bahoruco, Republik Dominika.
© Jorge Brocca
-
Saat ini Berinvestasi
-
Sebelumnya Diinvestasikan
-
Lainnya
CEPF Saat Ini Berinvestasi di 11 Hotspot
-
Iguana Ricord yang Sangat Terancam Punah (Cyclura ricordi), Haiti.© O. Langrand -
Bunga pepalanto (Paepalanthus speciosus), tanaman khas dari Hotspot Keanekaragaman Hayati Cerrado.© O. Langrand -
Colobus merah Kirk yang terancam punah (Piliocolobus kirkii) di Hutan Jozani Zanzibar.© Conservation International/foto oleh Russell A. Mittermeier -
Kepiting kelapa (Birgus latro), Pulau Solomon.© Piotr Naskrecki -
Simpanse barat.© O. Langrand -
Bangau sarus (Antigon Grus) di Hotspot Keanekaragaman Hayati Indo-Burma.© Conservation International/foto oleh Haroldo Castro -
Lemur ruffed hitam-putih yang Sangat Terancam Punah (Varecia variegata), Madagaskar.© Cristina Mittermeier -
Papaver rhoeas L. di Pegunungan Atlas Maroko.© Inanc Tekguc, untuk Global Diversity Foundation -
Taman Nasional Ala Archa, Kirgistan.© O. Langrand -
Klorofonia tengkuk biru (Klorofonia cyanea) di Kolombia.© O. Langrand -
Penduduk desa dekat Riung, Pulau Flores, Indonesia.© Conservation International/foto oleh Aulia Erlangga